Saya sangat yakin sekali Amrozi CS. sekarang ini hidup di alam Barzah sana. Termasuk mereka yang tewas akibat ledakan bom yang mereka rakit. Tapi saya tidak tahu apakah mereka BAHAGIA atau SENGSARA. Bagi yang ingin tau keadaan Amrozi CS. silahkan mati duluan dan berbaringlah dekat makam mereka. Tapi ingat, matinya harus HUSNUL KHOTIMAH. Salah satunya adalah dengan INGAT ALLAH ketika nyawa terlepas dari raga. Di akhirat nanti, setiap orang akan dimintai pertanggungjawabannya terhadap apa yang telah diperbuatnya selama hidup di dunia. Termasuk diantaranya AMROZI CS., para korban yang tewas atau selamat juga salah seorang “Penerus” Rasulullah Saw. yaitu Sayyidina ‘Ali Kw. serta orang-orang kafir musrik yang memerangi pengikut Rasulullah Saw. Allah akan bertanya kepada mereka tentang : Karena apakah mereka membunuh? Maka setiap orangpun menjawab dengan jawabannya masing-masing dan akhirnya bisa ditebak siapa yang masuk “surga” dan siapa yang masuk “neraka” termasuk gw
Seperti kita tahu, Sayyidina ‘Ali Kw. pada suatu peperangan TIDAK JADI MEMBUNUH musuhnya karena dia diludahi. Membunuh karena Allah berbeda sekali dengan membunuh karena EMOSI. Akhirnya musuh yang tidak jadi dibunuhnya tersebut mengikrarkan dirinya menjadi Muslim. Kalo kita tanya AMROZI CS. karena apakah membunuh manusia hampir 200 orang lebih itu? MENEKETEHE…..!!!!!! Tanya aja mereka. Dan apakah orang-orang non Muslim yang selamat akibat ledakan bom tersebut atau keluarga yang ditinggakan tewas, MENCINTAI ISLAM atau SEBALIKNYA? Jelas sekali terlihat perbedaan antara AMROZI CS. dan Sayyidina ‘Ali Kw.
Allohu Akbar, Allohu Akbar…!!! (Sorry, gw kebawa eSmosi juga).
Menurut Dr Shahid Athar, Presiden Islamic Medical Association of North America, rasa marah merupakan hal alami. Namun, amarah akan menjadi masalah jika diekspresikan secara salah. Rasa marah menyebabkan seseorang tak stabil dalam berpikir, mengabaikan pertimbangan logis, dan seringkali berujung pada depresi serta melakukan tindakan yang seringkali keliru, bahkan membahayakan.Baca tulisan terkait tentang … (selengkapnya klik disini)
AMROZI CS. MINTA DI HUKUM PANCUNG
Namun, sebuah cerita seputar kejadian orang yang dipancung pernah penulis dengar dari seseorang yang mengaku melihat kejadian itu. Dia melihatnya di suatu tempat saat terjadi kerusuhan massal yang memilukan. Ketika itu, saksi mata berdiri tidak terlalu jauh dari lokasi peristiwa. Sedangkan sang korban dalam posisi berdiri. Dia dihentikan oleh pelaku yang langsung menebaskan pedangnya ke arah korban. Menurut saksi mata tersebut, kepala korban putus seketika dari tubuhnya. Tetapi apakah dia langsung mati? Di sinilah persoalannya. Dalam penglihatan saksi mata tersebut, tubuh korban masih berdiri. Tetapi anehnya, kaki dan telapak tangan korban seperti gemetaran. Bahkan mata sang korban pun masih berkedip-kedip. Padahal kepala korban sudah tergeletak di tanah. Tubuh korban yang masih berdiri itu akhirnya jatuh setelah didorong oleh pelaku tersebut.
Apakah itu menunjukkan korban telah mati saat kepala telah terputus? Lalu bagaimana menjelaskannya dengan tubuh yang masih gemetaran dan mata berkedip-kedip itu…? (Selengkapnya baca di sini)